Senin, 19 Oktober 2026

ISNU Benjeng–Gresik Gelar Seminar “Merajut Dunia dari Desa”, Dorong Santri Multitalenta dan Generasi Z Berkarya



**BENJENG, GRESIK** — Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Benjeng, Kabupaten Gresik, mengangkat semangat kolaborasi, intelektualitas, dan pemberdayaan masyarakat desa melalui tema inspiratif **“Merajut Dunia dari Desa: Santri Multitalenta, Inspirasi Nyata Gen Z Berkarya.”**


Seminar ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran akademisi, praktisi, pengusaha, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam membangun desa yang berdaya saing, inovatif, serta mampu menghadapi tantangan zaman.


Kegiatan tersebut mengusung gagasan bahwa desa bukan sekadar wilayah tempat tinggal, melainkan pusat lahirnya potensi, kreativitas, sumber daya manusia, dan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan hingga tingkat nasional bahkan global.


## Menghadirkan Narasumber dari Berbagai Latar Belakang


Seminar “Merajut Dunia dari Desa” menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, sesuai dengan materi yang ditampilkan dalam publikasi kegiatan.


Di antaranya adalah **Jamaluddin Malik, S.Kom.**, yang dalam publikasi diperkenalkan sebagai pemilik usaha manufaktur kosmetik; **Prof. Dr. Ir. Ahmad Jazidie, M.Eng.**, akademisi yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan tinggi; serta **Imron Rosyadi C.H., S.A.P.**, yang diperkenalkan sebagai Sekretaris Kecamatan Duduk Sampeyan.


Keberagaman latar belakang narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif yang luas kepada peserta, mulai dari pengembangan usaha, pendidikan, kepemimpinan, hingga tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.


Melalui forum tersebut, peserta diharapkan memperoleh inspirasi bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh tempat seseorang berasal, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, membangun jejaring, berinovasi, dan mengambil tindakan nyata.


## Andrik Pamungkas, S.Sos., Ketua ISNU Benjeng


Kegiatan ini berada dalam semangat penguatan peran ISNU Benjeng sebagai wadah intelektual yang mendorong kontribusi nyata sarjana Nahdlatul Ulama bagi masyarakat.


Di bawah kepemimpinan **Andrik Pamungkas, S.Sos., selaku Ketua ISNU Benjeng**, kegiatan semacam ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara kalangan akademisi, santri, pemuda, pelaku usaha, dan masyarakat desa.


ISNU memiliki peluang strategis untuk menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Para sarjana tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga perlu berperan dalam memberikan solusi atas persoalan pendidikan, ekonomi, sosial, hukum, dan pengembangan sumber daya manusia.


Semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan desa masa kini, yang menuntut kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, serta persaingan yang semakin luas.


## Dr. M. Adi Trisna Wahyudi, S.Sos., M.M., sebagai Moderator


Jalannya diskusi dipandu oleh **Dr. M. Adi Trisna Wahyudi, S.Sos., M.M.**, selaku moderator.


Peran moderator menjadi penting untuk menjembatani gagasan para narasumber agar pembahasan berjalan terarah, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta.


Melalui dialog yang interaktif, peserta diharapkan tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mampu mengajukan pertanyaan kritis, bertukar pengalaman, dan merumuskan gagasan yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.


Diskusi lintas bidang juga dapat memperlihatkan bahwa pengembangan desa memerlukan kerja sama banyak pihak. Pendidikan, kewirausahaan, pemerintahan, teknologi, dan organisasi kemasyarakatan harus saling mendukung agar potensi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.


## Turut Hadir Advokat Nurhadi, S.E., S.H., M.H., CPM, CDM


Kegiatan ini juga dihadiri **Advokat Nurhadi, S.E., S.H., M.H., CPM, CDM**, bersama sejumlah tokoh dan peserta lainnya.


Kehadiran praktisi hukum dalam kegiatan intelektual dan kemasyarakatan memiliki relevansi penting. Pembangunan desa tidak hanya membutuhkan kreativitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kepastian hukum, kesadaran terhadap hak dan kewajiban, serta tata kelola yang baik.


Aspek hukum dapat menjadi fondasi bagi pengembangan usaha, kerja sama bisnis, pengelolaan aset desa, perlindungan masyarakat, dan penyelesaian berbagai persoalan sosial.


Dengan pemahaman hukum yang memadai, generasi muda dan pelaku usaha dapat lebih siap menjalankan kegiatan produktif secara tertib, profesional, dan bertanggung jawab.


Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri **KH. Yusuf Ali, S.Pd., M.Pd.; Ahmad Habib, S.Pd.; serta Maswildan, S.Mhum.** Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya silaturahmi dan kolaborasi antartokoh dalam membangun ekosistem masyarakat yang berpengetahuan dan berdaya.


## Desa sebagai Sumber Inspirasi dan Pusat Pertumbuhan


Salah satu pesan penting dari tema “Merajut Dunia dari Desa” adalah bahwa kemajuan tidak harus dimulai dari kota besar.


Desa memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, seperti pertanian, produk olahan pangan, usaha mikro dan kecil, kerajinan, pendidikan pesantren, pariwisata lokal, ekonomi kreatif, serta berbagai layanan berbasis teknologi.


Potensi tersebut memerlukan pendampingan, inovasi, akses pasar, penguatan kelembagaan, dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital.


Generasi Z dapat mengambil peran sebagai penggerak perubahan melalui berbagai langkah nyata, antara lain:


1. **Mengembangkan kewirausahaan lokal.** Mengubah potensi desa menjadi produk dan jasa yang memiliki nilai tambah serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

2. **Memanfaatkan teknologi digital.** Menggunakan media sosial, pemasaran digital, dan perdagangan elektronik untuk memperluas jangkauan produk desa.

3. **Meningkatkan kualitas pendidikan.** Mengembangkan budaya membaca, berdiskusi, mengikuti pelatihan, dan belajar sepanjang hayat.

4. **Membangun jejaring kolaborasi.** Menghubungkan santri, sarjana, pemerintah desa, komunitas, pengusaha, dan lembaga pendidikan.

5. **Menumbuhkan kepemimpinan sosial.** Mendorong anak muda terlibat dalam kegiatan sosial, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

6. **Memperkuat literasi hukum dan keuangan.** Membantu masyarakat memahami perjanjian, legalitas usaha, pengelolaan keuangan, dan perlindungan hak-haknya.


Dengan langkah tersebut, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang mampu merancang dan menggerakkan kemajuannya sendiri.


## Santri Multitalenta: Berilmu, Berakhlak, dan Produktif


Santri memiliki modal sosial dan intelektual yang penting dalam menghadapi perubahan zaman. Tradisi pendidikan pesantren mengajarkan kedisiplinan, penghormatan kepada guru, kemandirian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap masyarakat.


Nilai-nilai tersebut dapat dipadukan dengan penguasaan teknologi, kemampuan komunikasi, kewirausahaan, kreativitas, dan keterampilan profesional.


Santri multitalenta bukan berarti harus menguasai seluruh bidang sekaligus. Maknanya adalah mampu mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi yang relevan, serta menggunakan keahliannya untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.


Generasi muda yang berilmu dan berakhlak diharapkan mampu menjadi pengusaha, pendidik, peneliti, kreator digital, profesional, pemimpin komunitas, maupun penggerak ekonomi lokal.


Yang terpenting, keberhasilan pribadi perlu berjalan seiring dengan kontribusi sosial.


## Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan Desa


Kemajuan desa tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah desa atau generasi muda. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur dengan peran yang saling melengkapi.


Akademisi dapat menyumbangkan penelitian dan pengetahuan. Pengusaha dapat membuka peluang kerja serta memperluas pasar. Tokoh agama dapat memperkuat nilai moral dan kepedulian sosial. Praktisi hukum dapat membantu meningkatkan kesadaran hukum. Sementara itu, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dapat membangun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


ISNU dapat mengambil peran sebagai penghubung berbagai potensi tersebut melalui forum diskusi, pelatihan, pendampingan usaha, pendidikan masyarakat, dan program kolaborasi yang berkelanjutan.


Dengan demikian, seminar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari gerakan bersama yang menghasilkan manfaat nyata.


## Dari Seminar Menuju Aksi Nyata


Agar gagasan yang muncul dalam seminar dapat memberikan dampak jangka panjang, diperlukan tindak lanjut yang terukur.


Beberapa langkah yang dapat dikembangkan antara lain pembentukan forum kolaborasi pemuda dan sarjana, pelatihan kewirausahaan digital, pendampingan legalitas usaha, pengembangan produk unggulan desa, serta program berbagi pengetahuan antara akademisi dan masyarakat.


ISNU Benjeng juga berpeluang mengembangkan agenda rutin yang mempertemukan santri, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan pemangku kepentingan desa.


Keberhasilan program dapat dinilai melalui hasil yang konkret, seperti meningkatnya keterampilan peserta, bertambahnya usaha yang memperoleh pendampingan, terbentuknya kemitraan, serta munculnya inisiatif baru yang bermanfaat bagi masyarakat.


## Penutup: Dari Desa untuk Indonesia dan Dunia


Seminar “Merajut Dunia dari Desa” membawa pesan bahwa setiap desa memiliki peluang untuk melahirkan generasi yang unggul dan memberikan kontribusi luas.


Santri, sarjana, generasi Z, pengusaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan praktisi profesional memiliki tanggung jawab bersama untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan perubahan.


Dengan kolaborasi, inovasi, akhlak, dan keberanian berkarya, desa dapat menjadi ruang lahirnya gagasan besar sekaligus pusat pertumbuhan yang inklusif.


**Dari desa kita belajar, dari ilmu kita bergerak, melalui kolaborasi kita berkarya, dan untuk Indonesia serta dunia kita memberikan manfaat.**


*ISNU Benjeng–Gresik: Merajut Dunia dari Desa, Santri Multitalenta, Inspirasi Nyata Generasi Z Berkarya.*

0 komentar:

Posting Komentar