SEMANGAT KEBERSAMAAN TIM 2 TURBA MWC NU DRIYOREJO GRESIK: PERKUAT SILATURAHMI, KOKOHKAN JAM'IYAH, DAN TINGKATKAN KHIDMAH KEPADA UMAT
SEMANGAT KEBERSAMAAN TIM 2 TURBA MWC NU DRIYOREJO GRESIK: PERKUAT SILATURAHMI, KOKOHKAN JAM'IYAH, DAN TINGKATKAN KHIDMAH KEPADA UMAT
DRIYOREJO, GRESIK — 13 Oktober 2026
Merawat Tradisi, Memperkuat Organisasi, Mengabdi untuk Umat
Semangat kebersamaan dan persaudaraan Nahdliyin terlihat dalam kegiatan Turba (turun ke bawah) Tim 2 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Driyorejo, Kabupaten Gresik, bersama jajaran pengurus NU dan unsur organisasi perempuan NU di wilayah Sumpul Asri.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Sumpul Asri, Kecamatan Driyorejo, ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat komunikasi antarpengurus, serta membangun sinergi dalam menjalankan program organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan Turba tersebut juga menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Santri Nasional 2026 dan menyongsong Harlah Nahdlatul Ulama 2027. Melalui pertemuan langsung dengan pengurus di tingkat ranting, semangat khidmah diharapkan semakin tumbuh dan mampu diwujudkan dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Turba Bukan Sekadar Kunjungan, tetapi Penguatan Jam'iyah
Turba merupakan salah satu bentuk pendekatan organisasi yang menekankan pentingnya komunikasi langsung, silaturahmi, dan konsolidasi antara pengurus di berbagai tingkatan.
Bagi MWC NU Driyorejo, kegiatan ini memiliki arti strategis karena kekuatan Nahdlatul Ulama tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kebersamaan para kiai, pengurus, kader, badan otonom, dan warga Nahdliyin.
Melalui Turba, berbagai persoalan organisasi dapat dibicarakan secara terbuka, potensi lokal dapat dikenali, dan kebutuhan pengurus ranting dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja berikutnya.
Kehadiran Tim 2 Turba di tengah pengurus dan warga NU juga menjadi simbol bahwa organisasi harus senantiasa dekat dengan jamaah serta hadir dalam kehidupan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi yang menjadi perhatian MWC NU Driyorejo dalam masa khidmat 2026–2031.
Memperkuat Sinergi NU, Muslimat NU, Fatayat NU, dan Unsur Organisasi Lainnya
Kebersamaan dalam foto kegiatan memperlihatkan partisipasi berbagai unsur warga dan pengurus NU, termasuk kelompok perempuan yang mengenakan seragam hijau dan putih.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama dalam menjalankan khidmah Nahdlatul Ulama. Muslimat NU, Fatayat NU, serta badan otonom dan lembaga lain memiliki peran masing-masing dalam mendukung dakwah, pendidikan, pemberdayaan keluarga, kegiatan sosial, dan penguatan generasi muda.
Sinergi antarunsur organisasi perlu terus dikembangkan melalui komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta program yang saling mendukung.
Dengan kolaborasi yang kuat, kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi keluarga, dan kepedulian sosial.
Organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang memiliki struktur lengkap, melainkan juga organisasi yang mampu menyatukan potensi anggotanya untuk mencapai tujuan bersama.
Menyambut Hari Santri Nasional 2026 dengan Pengabdian Nyata
Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama, kiai, santri, dan pesantren dalam mempertahankan agama, menjaga persatuan, serta berkontribusi terhadap kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Bagi warga Nahdliyin, semangat Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada upacara, spanduk, atau kegiatan seremonial. Nilai perjuangan santri perlu diteruskan melalui pengabdian yang nyata di tengah masyarakat.
Pengurus NU dapat mengembangkan kegiatan yang mendorong peningkatan pendidikan keagamaan, kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, pelestarian tradisi keilmuan pesantren, penguatan akhlak generasi muda, dan pemanfaatan teknologi untuk dakwah serta pelayanan sosial.
Dengan demikian, semangat santri tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Menyongsong Harlah NU 2027: Momentum Evaluasi dan Pembaruan
Menyongsong Harlah Nahdlatul Ulama 2027, seluruh jajaran organisasi dapat menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat program kerja.
Ada beberapa agenda strategis yang layak menjadi perhatian bersama.
Pertama, penguatan administrasi dan kelembagaan. Pendataan pengurus, pembaruan dokumen organisasi, penyusunan agenda kegiatan, dan pelaporan program perlu dilakukan secara tertib.
Kedua, kaderisasi berkelanjutan. Pengembangan kapasitas kader menjadi penting agar keberlangsungan organisasi terjaga dan generasi penerus siap menjalankan amanah.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi umat. Pengembangan UMKM, koperasi, pelatihan kewirausahaan, dan jaringan usaha warga NU dapat menjadi sarana memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Keempat, peningkatan pelayanan sosial. Program santunan, kepedulian terhadap warga kurang mampu, bantuan kemanusiaan, serta kegiatan kesehatan masyarakat dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan organisasi.
Kelima, digitalisasi organisasi. Pemanfaatan website, media sosial, dokumentasi digital, dan komunikasi daring dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan transparansi kegiatan.
Keenam, penguatan dakwah dan pendidikan. Pengajian, pembinaan keluarga, pendidikan pesantren, serta kegiatan pembentukan karakter generasi muda perlu terus didukung.
Seluruh program tersebut hendaknya disusun melalui musyawarah, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, dan dilaksanakan dengan pembagian tanggung jawab yang jelas.
Membangun NU yang Dekat dengan Masyarakat
Keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat.
MWC NU Driyorejo bersama pengurus ranting dan seluruh unsur organisasi diharapkan terus membangun tradisi komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan mengedepankan musyawarah.
Setiap masukan dari pengurus di tingkat bawah perlu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan organisasi. Begitu pula setiap program yang direncanakan perlu memiliki tujuan yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan tindak lanjut yang berkesinambungan.
Dengan pendekatan tersebut, NU dapat semakin hadir sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang mampu merawat tradisi, menjawab kebutuhan zaman, dan memperkuat persatuan warga.
Dokumentasi Kebersamaan dan Semangat Khidmah
Foto bersama dalam kegiatan Tim 2 Turba MWC NU Driyorejo menjadi dokumentasi penting atas semangat persaudaraan dan kebersamaan warga Nahdliyin.
Lebih dari sekadar kenangan, dokumentasi kegiatan dapat menjadi bagian dari arsip organisasi, bahan publikasi, dan catatan perjalanan khidmah NU di tingkat lokal.
Publikasi yang baik juga membantu masyarakat mengetahui aktivitas organisasi, memahami program yang dijalankan, serta mendorong partisipasi warga dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Karena itu, dokumentasi Turba sebaiknya dilengkapi dengan tanggal, lokasi, nama kegiatan, identitas penyelenggara, serta keterangan foto yang akurat.
Penutup: Bersama Ulama, Meneguhkan Aswaja, Mengabdi untuk Umat
Kegiatan Tim 2 Turba MWC NU Driyorejo bersama pengurus dan warga NU di Sumpul Asri menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026 dan menyongsong Harlah NU 2027, seluruh unsur Nahdlatul Ulama diharapkan terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas organisasi, serta mengembangkan program yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
Mari menjadikan Turba sebagai gerakan nyata untuk memperkuat jam'iyah, merawat jamaah, memberdayakan masyarakat, dan meneruskan perjuangan para ulama.
MWC NU DRIYOREJO GRESIK
Bersama Ulama, Meneguhkan Aswaja, Memperkuat Organisasi, Mengabdi untuk Umat dan Bangsa.
Keterangan foto: Kebersamaan Tim 2 Turba MWC NU Driyorejo bersama pengurus dan warga NU dalam kegiatan silaturahmi di Masjid Baitul Makmur, Sumpul Asri, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Selasa, 13 Oktober 2026.
Tagar publikasi:
#MWCNUDriyorejo #NUDriyorejo #Tim2Turba #TurbaMWCNU #NahdlatulUlama #MuslimatNU #FatayatNU #HariSantri2026 #HarlahNU2027 #KhidmahNU #Aswaja #SantriUntukNegeri
Referensi pendukung
Artikel ini juga sejalan dengan pemberitaan mengenai rangkaian Turba MWC NU Driyorejo menjelang Hari Santri Nasional 2026, yang menekankan silaturahmi, konsolidasi kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk publikasi resmi, nama ranting dan nama masing-masing badan otonom sebaiknya dicocokkan dengan daftar peserta agar seluruh identitas organisasi tercantum secara tepat.



